Akhwat Juga BISA !!!

Akhwat Juga BISA !!!

Minggu, 12 Juni 2011

PERENCANAAN PENGAJARAN

Tugas Artikel 3                                                                   Tanggal 31 Maret 2011

PENGEMBANGAN PERSIAPAN MENGAJAR
MODEL PERSIAPAN MENGAJAR
(MODEL ROPES DAN MODEL SATUAN PELAJARAN)

Nur Sya’ban


Abstrac

          E. Mulyasa (2003) name that professional teacher shall can develop preparation teaches good one, logical and orderly, since over and above the favor learning performing, preparation teaches to constitute form of “ accoutability's professional ”. With quote Cythia's thinking, E. Mulyasa (2003) interpose that preparation teaches will help teacher in organize default material, and anticipates educative participant and problem who may arise deep learning. On the contrary, by quotes from Joseph and Leonard, interposed that: “ teaching without adequate written planning is sloppy and almost always ineffective, because the teacher hasn't thought out exactly what to do and how to do it.” In arrange learning design model a teacher has to go upon on education principles, psychological theories, sosiologis, psychiatry, analisis is system, or other theories.
         Joyce & Weil (1980) opine that learning model is a strategical or pattern applicabling to form curriculum (longterm learning plan), designing learning materials, and leads learning at brazes or the other. Beside it learning model can make option pattern, its mean teachers in preparation teaches may choose learning model suitably and efficient to reach to the effect its education. The effect of inscriptive this therefore is subject to be know preparation development teaches that cover preparation model teaches which is model ROPES and satuan's model study. The method even writing is library study of many variety literature.

 Key Word: Model ROPES, Model Satuan Pelajaran
                                                                                                                           

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

         Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Dalam mengembangan persiapan mengajar, terlebih dahulu harus menguasai secara teoritis dan praktis unsur-unsur yang terdapat dalam persiapan mengajar. Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran.
Dalam persiapan mengajar harus jelas kompetensi dasar yang akan dikuasai peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana guru mengetahui bahwa peserta didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebut merupakan unsur utama yang secara minimal harus ada dalam setiap persiapan mengajar sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran dan membentuk kompetensi peserta didik.

2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas pada artikel ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana pengembangan persiapan mengajar?
b. Bagaiamana model persiapan mengajar (model ROPES dan model satuan pelajaran)?

3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui tentang pengembangan persiapan mengajar.
b. Mengetahui tentang model persiapan mengajar (model ROPES dan model satuan pelajaran).


B. METODE PENULISAN

         Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dari berbagai literatur sebagai sumber materi. Adapun sumber materi berasal dari artikel-artikel dari internet dan buku paket.


C. PEMBAHASAN

     Kesiapan guru untuk mengajar berkaitan erat dengan cara guru mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Kesiapan mengajar ini seperti petani mempersiapkan tanah untuk ditanami benih, jika dilakukan dengan benar, niscaya menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan yang sehat. Demikian juga dalam mengajar, jika persiapan matang sesuai dengan karakteristik kebutuhan, materi, metode, pendekatan, lingkungan serta kemampuan guru, maka hasilnya diasumsikan akan lebih optimal (Susilana, et al. 2006: 96).
       Oleh sebab itu, guru yang baik untuk saat ini tidak cukup untuk sekedar bersikap hangat dan menyayangi anak-anak, atau sekadar menerapkan praktik-praktik mengajar yang semata-mata didasarkan pada intuisi, preferensi pribadi atau kearifan konvensional (Arend, 2007). Tetapi lebih jauh untuk professional yang dimulai dengan kesiapan perencanaan sampai pada tahap evaluasi dengan berbagai kemampuan yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan pengajaran. Karenanya, Nathaniel Gage, salah seorang peneliti pendiikan terkemuka di USA--sebagaimana dikutip Arend, 2007—mendefinisikan mengajar sebagai sebuah seni instrumental, yaitu mengajar adalah suatu yang berangkat dari “resep”, formula, atau algoritma. Ia membutuhkan improvisasi, spontanitas, penanganan sejumlah pertimbangan tentang bentuk, gaya, kecepatan, ritme, dan ketepatgunaan dengan cara yang begitu kompleks sehingga bahkan computer sekalipun tidak akan mampu melakukannya, seperti halnya mereka tidak mampu menyamai apa yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya yang berusia lima tahun arau apa yang setiap saat diucapkan seorang kekasih kepada orang yang dicintainya.
         Dalam hal kemampuan “kesiapan” guru untuk mengajar menjadi hal yang sangat penting, yaitu meliputi antara lain kemampuan:
a. Penguasaan bidang keilmuan yang menjadi kewenangannya
b.Kemampuan merancang program pembelajaran
c. Menyusun desain pembelajaran, terdiri: 1) tujuan, 2) materi, 3) metode, media dan sumber, 4) kegiatan belajar siswa, dan 5) evaluasi.

       Dalam menyusun model desain pembelajaran seorang guru harus mendasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori-teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. Joyce & Weil (1980) berpendapat bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Di samping itu model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru dalam persiapan mengajar boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikannya.
       Pada dasarnya, model desain pembelajaran merupakan pengelolaan dan pengembangan yang dilakukan terhadap komponen-komponen pembelajaran. Adapun beberapa model desain pembelajaran antara lain: Model PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional), Model Jerold E. Kemp, Model Gerlach and Ely, Model Glaser, Model Bella Banathy, Model Rogers, Model Pembelajaran Kontekstual (CTL), dll.
Adapun Aspek Desain Pembelajaran sebagaimana yang di tulis Wahono (2006) adalah sebagai berikut:
•Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis)
•Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum, semakin konkrit kompetensi, semakin mudah   diamati dan semakin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut .
•Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran
•Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran
•Interaktivitas
•Pemberian motivasi belajar
•Kontekstualitas dan aktualitas
•Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar
•Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran
•Kedalaman materi
•Kemudahan untuk dipahami
•Sistematis, runut, alur logika jelas
•Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan
•Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran
•Ketepatan alat evaluasi
•Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi

      Model-model dan aspek-aspek desain pembelajaran tersebut pada hakekatnya dapat digunakan dan dikembangkan untuk kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh seorang guru. Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana seorang guru dapat mengelola dan mengembangkan komponen-komponen pembelajaran itu dalam suatu desain yang terencana dengan memperhatikan kondisi aktual dari unsur-unsur penunjang dalam implementasi pembelajaran yang akan dilakukan, misalnya: alokasi waktu yang tersedia, sarana dan prasarana pembelajaran, biaya, dan sebagainya.

Model ROPES

       Hunt tidak mengkategorikan perencanaan pengajaran menjadi rencana semester, mingguan, dan harian. Akan tetapi Hunts menyebutnya rencana prosedur pembelajaran sebagai persiapan mengajar yang disebutnya ROPES (Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary) dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Review, kegiatan ini dilakukan dalam waktu 1 sampai 5 menit, yakni mencoba mengukur kesiapan siswa untuk mempelajari bahan ajar dengan melihat pengalaman sebelumnya yang sudah dimiliki oleh siswa dan diperlukan sebagai prerequisite untuk memahami bahan yang disampaikan hari itu. Hal ini diperlukan dengan didasarkan atas:
a) Guru biasa memulai pelajaran, jika perhatian dan motivasi siswa untuk mempelajari bahan baru sudah mulai tumbuh.
b) Guru hendak memulai pelajaran, jika interaksi antara guru dengan siswa sudah mulai terbentuk.
c) Guru dapat memulai pembelajaran jika siswa-siswa sudah memahami hubungan bahan ajar sebelumnya dengan bahan ajar baru yang dipelajari hari itu.
Guru harus yakin dan tahu betul jika siswa sudah siap menerima pelajaran baru. Jika siswa belum menguasai pelajaran sebelumnya, maka guru harus dengan bijak memberi kesempatan kepada siswa untuk memahaminyaterlebih dahulu atau mencerahkan melalui pemberian tugas, penjelasan, bimbingan, tutor sebaya, dan baru bergerak pada materi sebelumnya. Apabila terjadi akumulasi bahan ajar yang tertunda, maka harus dicarikan waktu tambahan, karena lebih baik menunda bahan ajar baru daripada menumpuk ketidakpahaman siswa.

2) Overview
Sebagaimana review, overview dilakukan tidak terlalu lama berkisar antara 2 sampai 5 menit. Guru menjelaskan program pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu dengan menyampaikan isi (content) secara singkat dan strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pandangannya atas langkah-langkah pembelajaran yang hendak ditempuh oleh guru sehingga berlangsungnya proses pembelajaran bukan hanya milik guru semata, akan tetapi siswa pun ikut merasa senang dan merasa dihargai keberadaannya.

3) Presentation
Tahap ini merupakan inti dari proses kegiatan belajar mengajar, karena di sini guru sudah tidak lagi memberikan penjelasan-penjelasan singkat, akan tetapi sudah masuk pada proses telling, showing, dan doing. Proses tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan daya serap dan daya ingat siswa tentang pelajaran yang mereka dapatkan. Hal ini sejalan dengan konsep yang dikemukakan oleh Mohammad Syafe’I yaitu bahan-bahan yang dapat mengembangkan pikiran, perasaan dan keterampilan atau yang lebih dikenal dengan istilah 3 H, yaitu: Head, Heart, dan Hand. Apalagi jika kompetensinya memasuki wilayah afektif dan psikomotor, strategi pembelajaran yang menekankan pada doing atau hand menjadi sangat penting, karena penerimaan, tanggapan dan penanaman nilai akan otomatis berjalan dalam proses belajar mengajar. Semakin bervariasi strategi pembelajaran yang digunakan, semakin baik proses dan hasil yang dicapai, karena tidak menjadikan siswa jenuh, melainkan mengantarkan mereka menikmati proses pembelajaran dengan suasana asyik dan menyenangkan.

4) Exercise
Merupakan suatu proses untuk menberikan kesempatan kepada siswa mempraktekkan apa yang telah mereka pahami. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga hasil yang dicapai lebih bermakna. Oleh karena itu guru harus mempersiapkan rencana pembelajaran tersebut dengan baik melalui scenario yang sistematis. Misalnya untuk sains bias dilakukan praktek di laboratorium, untuk bahasa, membaca Al-Qur’an, mengkafani mayat biasa dilakukan di kelas, jika tidak, sulit bagi guru untuk memberikan pengalaman-pengalaman manipulatif melalui berbagai praktikum di sekolah. Disamping itu pula guru harus mempersiapkan perencanaan pengajaran bukan hanya bahan ajar saja, tetapi pengalaman belajar siswa yang harus diberikan lewat peragaan-peragaan, bermain peran dan sejenisnya yang harus ditata berdasarkan alokasi waktu antara penjelasan, asignment (tugas-tugas), peragaan dan lain sebagainya.

5) Summary
Dimaksudkan untuk memperkuat apa yang telah mereka pahami dalam proses pembelajaran. Hal ini sering tertinggal oleh guru karena mereka disibukkan dengan presentase, dan bahkan mungkin guru tidak pernah membuat summary (kesimpulan) dari apa yang telah mereka ajarkan.

Format Persiapan Pembelajaran Model ROPES

A. Identitas Rencana Pembelajaran
Mata Pelajaran : ……………………………………
Materi Pokok  : ………….…………………………
Kelas/Smt       : ……… ……………………………
Pertemuan       : ……………………………………
Waktu             : ….………………………………....

B. Kemampuan Dasar/Tujuan
Standar Kompetensi :
………………………………………………………………………………………
Kompetensi Dasar :
……………….……………………………………………………………………...
Indikator :
……………………………………………………………………………………....

C. Prosedur dan Materi
1. Review ………………………………………….……………………………………………..................………………………………………………………………………
2. Overview ……………………………….…………………………………………..………..……………………………………………………………………………………
3. Presentation:
Telling ………………………………………………………………………………………
Showing ……………………………………………………………………………………..
Doing ………………………………………………………………………………………
atau dengan kata lain, head heart and hand.
4. Exercise ……………………………………………………………………………..……..………………………………………………………………………………………..
5. Summary ………………………………………………………………………..……………
D. Bahan/Media/Alat
………………………………………………………………………………………

E. Penilaian, (instrument dan prosedur yang digunakan untuk menilai pencapaian belajar siswa misalnya: tes tulis, kinerja, produk, proyek, portofolio serta tindak lanjut hasil penilaian, misalnya remedial, pengayaan atau percepatan).
…………………………………….…………………………………………………………………………………………………….………………………………

Model Satuan Pelajaran

          Pembelajaran atau proses belajar mengajar adalah proses yang diatur dengan langkah-langkah tertentu, agar pelaksanaanya mencapai hasil yang diharapkan. Langkah-langkah tersebut biasanya dituangkan dalam bentuk perencanaan mengajar. Proses penyusunan perencanaan pengajaran memerlukan pemikiran-pemikiran sistematis untuk memproyeksikan/memperkirakan mengenai apa yang akan dilakukan dalam waktu melaksanakan pengajaran.
         Rencana mengajar atau persiapan mengajar atau lebih dikenal dengan satuan pelajaran adalah program kegiatan belajar mengajar dalam satuan terkecil (Sudjana, 2002: 137). Hal senada juga dikemukakan oleh Syaodih, (1988:218) bahwa guru mengembangkan perencanaan dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun atau satu semester, satu minggu, atau beberapa jam saja. Untuk satu tahun dan semester disebut sebagai program unit, sedangkan untuk beberapa jam pelajaran disebut program satuan pelajaran, yang dalam implementasi kurikulum 2004 memiliki komponen kompetensi dasar, materi standar, prosedur pembelajaran/pengalaman belajar, metode dan evaluasi berbasis kelas, serta bahan/alat yang digunakan.
Secara sistematis rencana pembelajaran dalam bentuk satuan pelajaran adalah sebagai berikut:
a. Identitas mata pelajaran (nama pelajaran, kelas, semester, dan waktu atau banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).
b. Kompetensi dasar dan indicator yang hendak dicapai atau dijadikan tujuan dapat dikutip/diambil dari kurikulum dan hasil belajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
c. Materi pokok (beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar).
d. Media (yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran).
e. Strategi pembelajaran/skenario/tahapan-tahapan proses belajar mengajar yaitu kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi.

Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran meliputi :
1) Kegiatan awal
Kegiatan pendahuluan dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa, memusatkan perhatian, dan mengetahui apa yang telah dikuasai siswa berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari. Kegiatan pendahuluan ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain:
a) Melaksanakan apersepsi atau penilaian kemampuan awal
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan awal yang dimiliki siswa. Seorang guru perlu menghubungkan materi pelajaran yang telah dimiliki siswa dengan materi yang akan dipelajari siswa dan tidak mengesampingkan motivasi belajar terhadap siswa.
b) Menciptakan kondisi awal pembelajaran melalui upaya:
- Menciptakan semangat dan kesiapan belajar melalui bimbingan guru kepada siswa.
- Menciptakan suasana pembelajaran demokratis dalam belajar, melalui cara dan teknik yang digunakan guru dalam mendorong siswa untuk berkreatif dalam belajar dan mengembangkan keunggulan yang dimilikinya.

2) Kegiatan inti
Kegiatan inti adalah kegiatan utama untuk menanamkan, mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan berkaitan dengan bahan kajian yang bersangkutan. Kegiatan inti setidaknya mencakup:
1) penyampaian tujuan pembelajaran;
1) penyampaian materi/bahan ajar dengan menggunakan: pendekatan dan metode, sarana dan alat/media yang sesuai dll.;
2) pemberian bimbingan bagi pemahaman siswa;
3) melakukan pemeriksaan/pengecekan tentang pemahaman siswa.

Dalam langkah ini, siswa dikelompokkan menjadi tiga kelompok pembelajaran, yaitu:
  •  Pembelajaran klasikal yang digunakan apabila materi pembelajaran lebih bersifat fakta, atau formatif terutama ditujukan untuk memberikan informasi atau sebagai pengantar dalam proses pembelajaran. Sehingga cenderung metode ceramah dan Tanya jawab akan banyak digunakan.
  • Pembelajaran kelompok digunakan apabila materi pembelajarannya lebihmengembangkan konsep/sub-pokok bahasan yang sekaligus mengembangkan aktivitas social, sikap, nilai, kerjasama, dan aktivitas dalam pemecahan masalah melalui kelompok belajar siswa. Kegiatan guru akan lebih banyak mengawasi dan memantau kelompok belajar, sehingga setiap siswa dalam kelompok turut berpartisipasi.
  • Kegiatan belajar individual, artinya setiap anak yang belajar di kelas mengerjakan atau melakukan kegiatan belajar masing-masing. Kegiatan belajar tersebut mungkin sama untuk setiap siswa, mungkin pula berbeda. Dalam pembelajaran individual ini setiap siswa dituntut untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Implikasi dari pembelajaran individual ini, guru harus banyak memberikan perhatian dan pelayanan secara individual, sebab setiap individu berbeda kemampuannya.
Kegiatan pembelajaran individual pun dapat digunakan apabila ingin membantu proses belajar mengajar yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu untuk melaksanakan kegiatan pengayaan dan perbaikan hasil proses belajar mengajar.

3) Penutup
Kegiatan penutup ini adalah kegiatan yang memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasan bahan kajian yang diberikan pada kegiatan inti. Kesimpulan ini dibuat oleh guru dan atau bersama-sama dengan siswa. Kegiatan yang harus dilaksanakan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut ini adalah:
  • Melaksanakan penilaian akhir dan mengkaji hasil penilaian
  • Melaksanakan kegiatan tindak lanjut dengan alternative kegiatan di antaranya: memberikan tugas atau latihan-latihan, menugaskan mempelajari materi pelajaran tertentu, dan memberikan motivasi/bimbingan belajar.
  • Mengakhiri proses-proses pembelajaran dengan menjelaskan atau memberi tahu materi pokok yang akan dibahas pada pelajaran berikutnya.
f. Menentukan jenis penilaian dan tindak lanjut. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari tahapan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan alternative tindakan yang akan dilakukan. Beragam jenis penilaian yang dapat digunakan misalnya tes tulis, kinerja, produk, proyek/penguasaan dan lain sebagainya tergantung dari aspek apa yang hendak diukur. Teknik penyampaiannya dapat diajukan kepada siswa baik secara lisan maupun tertulis.

g. Sumber bahan (yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dicantumkan).

Format Persiapan Pembelajaran Model Satuan Pelajaran

I. Identitas Mata Pelajaran
1. Mata Pelajaran              : ………………………
2. Materi Pokok                : ………………………
3. Kelas/Semester             : ………………….…...
4. Pertemuan minggu ke    : ………………………
5. Waktu                          : .………………………

II. Kemampuan Dasar/Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Dasar:
…………………………………………………………………................................
2. Indikator:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
III. Materi Pembelajaran
Uraian materi pokok
……………………………………………………………………………………………………………………………………...............................................................
IV. Media/Alat Pembelajaran
Alat-alat :
……………………………………………………………..………………………
V. Strategi Pembelajaran/Tahapan Pembelajaran
No. Kegiatan Belajar Waktu
(menit) Aspek Life skill yang dikembangkan
1. Pendahuluan
a. Prasyarat:
Menanyakan tentang
b. Motivasi:
Mengapa manusia memerlukan? Contoh:
- Kesadaran diri (kesadaran eksistensi diri dan kesadaran potensi diri)
2. Kegiatan inti - Kecakapan sosial (kecakapan kerjasama)
- Kecakapan akademik (melakukan percobaan)
- Dst
3. Penutup
- Menyimpulkan
- Pemberian tugas pokok bahasan berikutnya - Kesadaran potensi diri
- Kecakapan akademik
VI. Penilaian dan Tindak Lanjut
• Prosedur Penilaian:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
• Jenis Penilaian
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………................
• Alat Penilaian (Cantumkan alat penilaian yang digunakan secara utuh, misalnya soal, tugas, atau lembar observasi)

VII. Sumber Bacaan
…………………………………….…………………..……………………………………………………………………………………...............................................

D. PENDAPAT PENULIS TENTANG MASALAH YANG DIBAHAS

        Pengembangan persiapan mengajar sangatlah penting bagi seorang guru agar tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal dan tidak monoton. Masing-masing model pengajaran memiliki ciri dan penerapan yang berbeda-beda sehingga seorang guru harus punya pengetahuan tentang teori dan penerapannya dalam pembelajaran. Adanya persiapan yang dilakukan seorang guru untuk mengajar membuat kegiatan proses belajar mengajar menjadi terstruktur hingga tujuan dari pembelajaran dapat diperoleh dengan maksimal.


E. PENUTUP

Kesimpulan
       Menyusun model desain pembelajaran seorang guru harus mendasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori-teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori-teori lain. Hunts menyebut rencana prosedur pembelajaran sebagai persiapan mengajar yang disebutnya ROPES dengan langkah-langkah Review, Overview, Presentation, Exercise, Summary. Rencana mengajar atau persiapan mengajar atau lebih dikenal dengan satuan pelajaran adalah program kegiatan belajar mengajar dalam satuan terkecil (Sudjana, 2002: 137). Hal senada juga dikemukakan oleh Syaodih, (1988:218) bahwa guru mengembangkan perencanaan dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun atau satu semester, satu minggu, atau beberapa jam saja.

Saran
Sebagai seorang pendidik haruslah terus menyiapkan rencana pengajaran agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

El-Razal, Mawardy. 2009. Kesiapan Guru Untuk Mengajar (Online) http://mawardiumm.blogspot.com       diakses pada tanggal 29 Maret 2011
Helmi. 2009. Prinsip-Prinsip Persiapan Mengajar (Online) http://helminasution.blogspot.com diakses pada tanggal 29 Maret 2011
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset
Ramlan. 2010. Perangkat Pembelajaran (Online) http://ramlannarie.wordpress.com diakses pada tanggal 29 Maret 2011
Sudrajat, Akhmad. 2008. Persiapan Mengajar (Online) http://akhmadsudrajat.wordpress.com diakses pada  tanggal 29 Maret 2011
Wardani, I.G.A.K. 2003. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Jakarta: Universitas Terbuka.

Kamis, 24 Maret 2011

AntiMikroba


MEKANISME KERJA DAN SPEKTRUM PENGHAMBAT MIKROBA


1.      TETRASIKLIN
Merupakan salah satu obat antimikroba yang menghambat sintesis protein mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagai protein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA. Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstanta sedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S. untuk berfungsi pada sintesis protein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom 70S.
Tetrasiklin pertama kali ditemukan oleh Lloyd Conover. Berita tentang Tetrasiklin yang dipatenkan pertama kali tahun 1955. Tetrasiklin merupakan antibiotika yang memberi harapan dan sudah terbukti menjadi salah satu penemuan antibiotika penting. Antibiotika golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah Klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan Oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintetik dari Klortetrasiklin, tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain. Kemudian ditemukan Oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintetik dari Klortetrasiklin, tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain.
Mekanisme kerja dan spectrum penghambat
Golongan tetrasiklin menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnya. Paling sedikit terjadi 2 proses dalam masuknya antibiotik ke dalam ribosom bakteri gram negatif; pertam yang disebut difusi pasif melalui kanal hidrofilik, kedua ialah sistem transport aktif. gram negatif; pertama yang disebut difusi pasif melalui kanal hidrofilik, kedua ialah sistem transportasi aktif. Setelah antibiotika Tetrasiklin masuk ke dalam ribosom bakteri, maka antibiotika Tetrasiklin berikatan dengan ribosom 30s dan menghalangi masuknya komplek tRNA-asam amino pada lokasi asam amino, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak.
Tetrasiklin memperlihatkan spektrum antibakteri luas yang meliputi kuman gram-positif dan negatif, aerobik dan anaerobik. Selain itu juga aktif terhadap spiroket, mikoplasma, riketsia, klamidia, legionela dan protozoa tertentu.Pada umumnya efek antimikroba golongan Tetrasiklin sama (sebab mekanisme kerjanya sama), namun terdapat perbedaan kuantitatif dari aktivitas masing-masing derivat terhadap kuman tertentu. Hanya mikroba yang cepat membelah yang dipengaruhi antibiotika Tetrasiklin.Golongan Tetrasiklin termasuk antibiotika yang bersifat bakteriostatik dan bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein kuman. Pada umumnya efek antimikroba golongan Tetrasiklin sama (sebab mekanisme kerjanya sama), namun terdapat perbedaan kuantitatif dari aktivitas masing-masing derivat terhadap kuman tertentu. Hanya mikroba yang cepat membelah yang dipengaruhi antibiotika Tetrasiklin. Tetrasiklin terutama digunakan untuk pengobatan acne vulgaris dan rosacea. Tetrasikin juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi pada saluran pernafasan, sinus, telinga bagian tengah, saluran kemih, usus dua belas jari dan juga Gonore.

2.      KLORAMFENIKOL
Kloramfenikol diisolasi pertama kali pada tahun 1947 dari Streptomyces venezuelae. Karena ternyata Kloramfenikol mempunyai daya antimikroba yang kuat maka penggunaan Kloramfenikol meluas dengan cepat sampai pada tahun 1950 diketahui bahwa Kloramfenikol dapat menimbulkan anemia aplastik yang fatal.
Mekanisme kerja dan spectrum penghambat
Kloramfenikol bekerja dengan menghambat sintesis protein kuman. Obat ini terikat pada ribosom sub unit 50s dan menghambat enzim peptidil transferase sehingga ikatan peptida tidak terbentuk pada proses sintesis protein kuman. Kloramfenikol bersifat bakteriostatik. Pada konsentrasi tinggi kloramfenikol kadang-kadang bersifat bakterisid terhadap kuman-kuman tertentu. Spektrum anti bakteri meliputi D.pneumoniae, S. Pyogenes, S.viridans, Neisseria, Haemophillus, Bacillus spp, Listeria, Bartonella, Brucella, P. Multocida, C.diphteria, Chlamidya, Mycoplasma, Rickettsia, Treponema, dan kebanyakan kuman anaerob.
Resistensi
Mekanisme resistensi terhadap kloramfenikol terjadi melalui inaktivasi obat oleh asetil transferase yang diperantarai oleh faktor-R. Resistensi terhadap P.aeruginosa. Proteus dan Klebsiella terjadi karena perubahan permeabilitas membran yang mengurangi masuknya obat ke dalam sel bakteri. Beberapa strain D. Pneumoniae, H. Influenzae, dan N. Meningitidis bersifat resisten; S. Aureus umumnya sensitif, sedang enterobactericeae banyak yang telah resisten.Obat ini juga efektif terhadap kebanyakan strain E.Coli, K. Pneumoniae, dan P. Mirabilis, kebanyakan Serratia, Providencia dan Proteus rettgerii resisten, juga kebanyakan strain P. Aeruginosa dan S. Typhi
Farmakokinetik
Setelah pemberian oral, kloramfenikol diserap dengan cepat. Kadar puncak dalam darah tercapai hingga 2 jam dalam darah. Untuk anak biasanya diberikan dalam bentuk ester kloramfenikol palmitat atau stearat yang rasanya tidak pahit. Bentuk ester ini akan mengalami hidrolisis dalam usus dan membebaskan kloramfenikol.Untuk pemberian secara parenteral diberikan kloramfenikol suksinat yang akan dihidrolisis dalam jaringan dan membebaskan kloramfenikol.Masa paruh eliminasinya pada orang dewasa kurang lebih 3 jam, pada bayi berumur kurang dari 2 minggu sekitar 24 jam. Kira-kira 50% kloramfenikol dalam darah terikat dengan albumin. Obat ini didistribusikan secara baik ke berbagai jaringan tubuh, termasuk jaringan otak, cairan serebrospinal dan mata.Di dalam hati kloramfenikol mengalami konjugasi, sehingga waktu paruh memanjang pada pasien dengan gangguan faal hati. Sebagian di reduksi menjadisenyawa arilamin yang tidak aktif lagi. Dalam waktu 24 jam, 80-90% kloramfenikol yang diberikan oral diekskresikan melalui ginjal. Dari seluruh kloramfenikol yang diekskresi hanya 5-10% yang berbentuk aktif. Sisanya terdapat dalam bentuk glukoronat atau hidrolisat lain yang tidak aktif. Bentuk aktif kloramfenikol diekskresi terutama melalui filtrat glomerulus  sedangkan metaboltnya dengan sekresi tubulus.
Pada gagal ginjal, masa paruh kloramfenikol bentuk aktif tidak banyak berubah sehingga tidak perlu pengurangan dosis. Dosis perlu dikurangi bila terdapat gangguan fungsi hepar.Interaksi dalam dosis terapi, kloramfenikol menghambat botransformasi tolbutamid fenitoin, dikumarol dan obat lain yang dimetabolisme oleh enzim mikrosom hepar. Dengan demikian toksisitas obat-obat ini lebih tinggi bila diberikan berasama kloramfenikol. Interaksi obat dengan fenobarbital dan rifampisin akan memperpendek waktu paruh kloramfenikolsehingga kadar obat menjadi subterapeutik.

3.      ERITROMISIN

Eritromisin dighasilkan oleh suatu strain Streptomyces erythreus. Aktif terhadap kuman gram positif seperti Str. Pyogenes dan Str. Pneumoniae. Yang biasa digunakan untuk infeksi Mycloplasma pneumoniae, penyakit Legionnaire, infeksi Klamidia, Difter, Pertusis, iInfeksi Streptokokus, Stafilokokus, infeksi Camylobacter, Tetanus, Sifilis, Gonore.

Mekanisme kerja

Menghambat sintesis DNA-dependent protein bakteri sehingga akan mengubah perpanjangan tahapan sintesis; berikatan dengan 50S subunit ribosom yang akan menyebabkan penghambatan pada transpeptidase sel bakteri.


Aktivitas Antimikroba

Eritromycin efektif terhadap organisme-oragnisme gram positif, terutama pneumokokkus, sterptokokkus, dan corynebacteria, dalam konsentrasi plasma sebesar 0,02 mg/mL. Selain itu mycoplasma, legionella, Chlamydia trachomatis, C psittaci, C pneumonia, helicobacter, listeria, dan mycobacteria tertentu, juga rentan terhadap ertromycin. Demikian pula organism-organisme gram negative, seperti spesies neisseria, Bordetella pertussis, Batonella henselae, dan B quintana (agen-agen penyebab pada penyakit catscratch dan angiomatosis basiler), beberapa spesies rickettise, Tropenome pallidum, serta spesies campylobacter. Sekalipun demikian, Haemophilus influenza agak kurang rentan. Hambatan sintesis protein terjadi melalui ikatan ke RNA ribosom 50S. Sintesis protein terhambat karena reaksi-reaksi translokasi aminoasil dan hambatan pembentuk awal.

Resistensi

Resistensi terhadap ertromycin biasanya dikode oleh plasmid. Terdapat 3 mekanisme yang telah dikenal :
  1. Penurunan permeabilitas membrane sel atau pengaliran keluar (efflux) yang aktif
  2. Produksi esterase (oleh enterobacteriaceae) yang menghidrolisi makrolida.
  3. Modifikasi situs ikatan ribosom (disebut juga preoteksi ribosom) oleh mutasi kromosom atau oleh metilase pengganti atau penginduksi makrolida.

4. KLINDAMISIN
Klindamisin digunakan untuk infeksi bakteri anaerob. Seperti infeksi pada saluran nafas, septikemia, dan peritonitis. Untuk pasien yang sensitif terhadap penisilin Klindamisin juga dapat digunkan untuk infeksi bakteri aerobik. Klindamisin juga dapat digunakan untuk infeks pada tulang yang disebabkan Staphylococcus aureus. Sediaan topikalnya dalam bentuk Klindamisin posfat digunakan untuk jerawat yang parah.
Klindamisin efektif untuk infeksi yang disebabkan mikroba sebagai berikut :
·         Bakteri aerobik gram positif seperti golongan Staphylococus dan Streptococus (pneumococcus)
  • Bakteri anaerobik gram negatif termasuk golongan Batericoides dan Fusobacterium
Mekanisme kerja dan spectrum penghambat

Klindamisin menghambat sintesa protein organisme dengan mengikat subunit ribosom 50S yang mengakibatkan terhambatnya pembentukan ikatan peptida.
Klindamisin diabsorbsi dengan cepat oleh saluran pencernaan. Kerja klindamisin juga sama dengan eritromisin yaitu mengikat secara ireversibel pada tempat sub unit 50S ribosom bakteri, sehingga menghambat langkah translokasi sintesis protein. Spektrum antibakterinya menyerupai linkomisisn hanya in vitro klindamisin lebih aktif. Obat ini aktif terhadap S.aureus, D.pneumoniae, Str.pyogenes, Str.anaerobic, Str.viridans dan Actinomyces israelli. Obat ini juga aktif terhadap Bacteroides fragilis dan kuman anaerob lainnya.

5.PENISILIN



Dihasilkan oleh fungi Penicillinum chrysognum. Memiliki cincin β -laktam yang diinaktifkan oleh enzim α-laktamase bakteri. Aktif terutama pada bakteri gram (+) dan beberapa gram (-). Contoh : amoksisilin, ampisilin. Untuk meningkatkan ketahanan tahap β –laktamase, penambahan senyawa untuk memblokir & menginaktivasi β -laktamase. Misal : Amoksisilin + asam klavulanat, Ampisilin + sulbaktam, Piperasilin + tazobakta. Penisilin (Penicillin atau PCN) dalah sebuah kelompok antibiotika β-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Sebutan "penisilin" juga dapat digunakan untuk menyebut anggota spesifik dari kelompok penisilin. Saat ini tersedia penisilin yang terbagi menjadi empat kelompok berdasarkan pada spektrum aktivitasnya, yaitu penisilin alami, penisilin tahan penisilinase, aminopenisilin, dan penisilin spektrum luas. Kelompok antibiotik  yang  paling banyak  dipakai sehari-hari adalah dari golongan β -laktam dan Aminoglikosida. Berikut akan diuraikan  sifat-sifat  utama dari masing-masing  kelompok :
Golongan β -laktam :
Yang  termasuk dalam  kelompok ini adalah  :
·         Penicilin
·         Sefalosporin
·         Monobaktam
·         Karbapenem
·         Imipenem
Cara Kerja    : Antibiotika dari golongan  ini bekerja pada dinding  sel kuman .
Salah satu sifat penting  dari  golongan  betalaktam adalah  adanya kemungkinan kepekaan terhadap enzim  betalaktamase yang diproduksi oleh  kuman-kuman tertentu. Enzim betalaktamase dapat merusak cincin betalaktam pada antibiotik tersebut. Kepekaan terhadap enzim  betalaktamase ini berbeda antara jenis-jenis  antibiotika. Antibiotik jenis betalaktam tertentu juga dapat menghambat kuman yang memproduksi betalaktamase ( Imipenem, Karbepenem, Meropenem)
Ada berbagai jenis penisillin :
·         Penisillin spektrum sempit    : Penicillin G, Benzatin Penicillin
·         Penisillin untuk Stafilokokus : Metisilin Kloksasilin,Flukloksasilin,
Kelompok ini stabil  terhadap betalaktamase.
·         Penisillin Spektrum Lebar       : Ampisilin, Amoksilin
Kelompok ini peka terhadap betalaktamase, dapat di pakai untuk gram positif  dan  gram negatif yang tidak memproduksi  betalaktamase.
·         Penisilin Antipseudomonas    :  Tikarsilin, Sulbenisilin, Carbenisilin, Piperasilin
·         Inhibitor  betalaktamase         : Sul baktam, Monobaktam, Asam Klavulanat , Karbepenem, Imipenem, Meropenem
Beberapa sediaan antibiotik merupakan gabungan antara antibiotik betalaktam dengan inhibitor betalaktamase, misalnya :
·         Amoksisilin – Clavulanic acid
·         Ampisilin – Sulbactam
·         Cefoperazon – Sulbactam
·         Ticarsilin – Tazaobactam

6.  SEPALOSPORIN
Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. Seperti antibiotik Betalaktam lain, mekanisme kerja antimikroba Sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba. Yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin aktif terhadap kuman gram positif maupun garam negatif, tetapi spektrum masing-masing derivat bervariasi.
Berdasarkan khasiat antimikroba dan resistensinya terhadap betalakmase, sefalosporin lazimnya digolongkan sebagai berikut :
1.      Generasi ke I
Yang termasuk dalam golongan ini adalah Sefalotin dan sefazolin, sefradin, sefaleksin dan sefadroxil. Zat-zat ini terutama aktif terhadap cocci Gram positif, tidak berdaya terhadap gonococci, H. Influenza, Bacteroides dan Pseudomonas. Pada umumnya tidak tahan terhadap laktamase.
2.      Generasi ke II
Terdiri dari sefaklor, sefamandol, sefmetazol, dan sefuroksim lebih aktif terhadap kuman Gram-negatif, termasuk H.influenza, Proteus, Klensiella, gonococci dan kuman-kuman yang resisten untuk amoksisilin. Obat-obat ini agak kuat tahan-laktamase. Khasiatnya terhadap kuman Gram-positif (Staph dan Strep) lebih kurang sama.
3.      Generasi ke III
Sefoperazon,sefotaksim, seftizoksim, seftriaxon, sefotiam, sefiksim, sefpodoksim, dan sefprozil. Aktivitasnya terhadap kuman Gram-negatif lebih kuat dan lebih luas lagi dan meliputi Pseudomonas dan Bacteroides, khususnya seftazidim. Resistensinya terhadap laktamase juga lebih kuat, tetapi khasiatnya terhadap stafilokok jauh lebih rendah.
4.      Generasi ke IV
Sefepim dan sefpirom. Obat-obat baru ini (1993) sangat resisten terhadap laktamase, sefepim juga aktif sekali terhadap Pseudomonas.

Penggolongan Sefalosporin

Hingga tahun 2006 golongan Sefalosporin sudah menjadi 4 generasi, pembedaan generasi dari Sefalosporin berdasarkan aktivitas mikrobanya dan yang secara tidak langsung sesuai dengan urutan masa pembuatannya.

Indikasi Klinik

Sediaan Sefalosporin seyogyanya hanya digunakan untuk pengobatan infeksi berat atau yang tidak dapat diobati dengan antimikroba lain, sesuai dengan spektrum antibakterinya. Anjuran ini diberikan karena selain harganya mahal, potensi antibakterinya yang tinggi sebaiknya dicadangkan hanya untuk hal tersebut diatas.

Adapun indikasi dari masing Sefalosporin sebagai berikut :

  1. Cefadroxil dan Cefalexin ,Obat golongan Cefalosporin ini yang digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri pada kulit, tenggorokan, dan infeksi kandung kemih. Antibiotik ini tidak efektif untuk pilek, flu atau infeksi lain yang disebabkan virus.
  2. Cefazolin ,Cefazolin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan penyakit pada infeksi pada kandung empedu dan kandung kemih, organ pernafasan, genito urinaria (infeksi pada organ seksual dan saluran kencing), pencegahan infeksi pada proses operasi dan infeksi kulit atau luka.
  3. Cephalotin , Obat golongan Sefalosporin ini yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan penyakit pada infeksi kulit dan jaringan lunak, saluran nafas, genito-urinaria, pasca operasi, otitis media dan septikemia.
  4. Cefaclor dan Cefixim ,Cefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam penyakit seperti pneumonia dan infeksi pada telinga, paru-paru, tenggorokan, saluran kemih dan kulit.
  5. Cefamandol, Ceftizoxim dan Ceftriaxon ,Cefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam penyakit pada paru-paru, kulit, tulang, sendi, perut, darah dan saluran kencing.
  6. Cefmetazol ,Cefmetazol lebih aktif daripada Sefalosporin golongan pertama terhadap gram positif Proteus, Serritia, kuman anaerobik gram negatif (termasuk B. fragilis) dan beberapa E.coli, Klebsiella dan P. mirabilis, tetapi kurang efektif dibandingkan Cefoxitin atau Cefotetan melawan kuman gram negatif.
  7. Cefoperazon dan Ceftazidim ,Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi termasuk paru-paru, kulit, sendi, perut, darah, kandungan, dan saluran kemih.
  8. Cefprozil ,Obat Sefalosporin ini mengobati infeksi seperti Otitis Media, infeksi jaringan lunak dan saluran nafas.
  9. Cefuroxim ,Cefuroxim digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri seperti; bronkitis, gonore, penyakit limfa, dan infeksi pada organ telinga, tenggorokan, sinus, saluran kemih, dan kulit.
  10. Cefotaxim ,Cefotaxime digunakan untuk mengobati Gonore, infeksi pada ginjal (pyelonephritis), organ pernafasan, saluran kemih, meningitis, pencegahan infeksi pada proses operasi dan infeksi kulit dan jaringan lunak.
  11. Cefotiam ,Memiliki aktivitas spetrum luas terhadap kuman gram negatif dan positif, tetapi tidak memiliki aktivitas terhadap Pseudomonas aeruginosa.
  12. Cefpodoxim ,Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi seperti Pneumonia, Bronkitis, Gonore dan infeksi pada telinga, kulit, tenggorokan dan saluran kemih.
  13. Cefepim ,Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi seperti Pneumonia, kulit, dan saluran kemih.
  14. Cefpirom ,Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi pada darah atau jaringan, paru-paru dan saluran nafas bagian bawah, serta saluran kemih.

7.   POLIMIKSIN
Spesies dalam genus bacillus menghasilkan suatu kelompok antibiotik yang memiliki banyak sifat biologis dan kimiawi yang sama. Polimiksin dihasilkan oleh Bacillus polymixa. Polimiksin aktif terhadap banyak bakteri gram negatif termasuk Pseudomonas aeruginosa, yang seringkali menyebabkan infeksi pada saluran kemih atau pada orang-orang yang menderita luka bakar yang parah. Basitrasin aktif terhadap bakteri gram positif tetapi tidak terhadap gram negatif; antibiotik ini sangat beracun sehingga penggunaanya dibatasi sebagai obat luar saja. Polimiksin juga beracun bila digunakan secara internal; tetapi telah diformulasikan beberapa siapan yang sesuai untuk penggunaan parenteral, yaitu melalui suntikan subkutan (dibawah kulit), intravenus (didalam pembuluh darah) atau intramuskular (didalam otot).

8.  BASITRASIN

Basitrasin adalah antibiotika polipeptida topikal yang berasal dari isolasi strain Tracy-I Bacillus subtilis, yang dikultur dari penderita dengan fraktur compound yang terkontaminasi tanah. Basi ini diturunkan dari Bacillus, dan trasin berasal dari penderita yang mengalami fraktur compound (Tracy). Basitrasin adalah antibiotika polipeptida siklik dengan komponen multipel (A,B dan C). Basitrasin A adalah komponen utama dari produk komersial dan yang sering digunakan sebagai garam zinc. Basitrasin mengganggu sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat atau menghambat. Defosforilasi suatu ikatan membran lipid pirofosfat, pada kokus gram positif seperti stafilokokus dan streptokokus. Kebanyakan organisme gram negatif dan jamur resisten terhadap obat ini. Sediaan tersedia dalam bentuk salep basitrasin dan sebagai basitrasin zinc, mengandung 400 sampai 500 unit per gram. Basitrasin dihasilkan oleh B. substilis. Antibiotik-antibiotik ini secara kimiawi digolongkan kedalampolipeptide.

Basitrasin topikal efektif untuk pengobatan infeksi bakteri superfisial pada kulit seperti impetigo, furunkolosis, dan pioderma. Obat ini juga sering dikombinasikan dengan polimiksin B dan neomisin sebagai salep antibiotika tripel yang dipakai beberapa kali sehari untuk pengobatan dermatitis atopi, numularis, atau stasis yang disertai dengan infeksi sekunder. Sayangnya, aplikasi basitrasin topikal memiliki resiko untuk timbulnya sensitisasi kontak alergi dan meski jarang dapat menimbulkan syok anafilaktik.

Mekanisme kerja dan spectrum penghambat
Basitrasin menghambat sintesis struktur dinding sel bakteri dan dapat mempengaruhi integritas membran sitoplasma. Sedangkan polimiksin merusak struktur dinding sel. Antibiotik itu bergabung dengan membran sel, menyebabkan disorientasi komponen-komponen lipoprotein serta mencegah berfungsinya membran sebagai perintang osmotik.

9.  NISTATIN

     





                                                              Struktur Nistatin

- Nama & Struktur Kimia
:
C47H75NO17
- Sifat Fisikokimia
:
Tiap mg nistatin mengandung tidak kurang dari 4400 unit aktivitas. Obat ini bersifat higroskopis, serbuk berwarna kuning hingga coklat bercahaya, dengan bau seperti sereal, sangat sedikit larut dalam air (efektif dalam bentuk suspensi), sedikit larut dalam alkohol, metanol, n-propil alkohol, dan n-butil alkohol; tidak larut dalam kloroform, eter dan benzen.
- Keterangan
:
Nistatin adalah antibiotik antifungi yang dihasilkan oleh Streptomyces noursei

 Golongan/Kelas Terapi Anti Infeksi   Nama Dagang
- Candistin
- Enystin
- Fungatin
- Kandistatin
- Mycostatin
- Nymiko
- Nistatin (Generik)


 Indikasi
          Candidiasis, infeksi vaginal, infeksi oral, infeksi kulit. Nistatin terutama digunakan untuk infeksi Candida albicans pada kulit, dan membran mukosa termasuk candidiasis esophagus dan intestinal
Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
          Peroral, pada intestinal cadidiasis 500.000 unit setiap 6 jam , pada infeksi berat  diberikan dosis ganda; anak-anak 100.000 unit 4 kali sehari. Profilaksis , 1.000.000 unit satu kali sehari , neonatus 100.000 unit sekali sehari. Catatan :   tidak diizinkan untuk pengobatan candidiasis pada neonatus
Farmakologi
          Absorbsi : topikal : tidak ada yang dapat menembus membran mukosa atau masuk dalam kulit; oral : absorbsi jelek. Waktu untuk mencapai kadar puncak, serum: gejala infeksi candidiasis berkurang dalam 24 – 72 jam  Ekskresi : Feses (dalam bentuk obat tidak berubah)
Stabilitas Penyimpanan
          Sediaan nistatin  dapat menjadi rusak  oleh panas, cahaya, kelembaban atau udara. Nistatin suspensi oral dan tablet harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, tidak tembus cahaya. Tablet oral dan suspensi oral : simpan pada suhu kamar yang terkontrol 15°C hingga 25°C. Paparan tablet terhadap suhu lebih dari 40°C dan penyimpanan suspensi oral pada suhu dingin harus dihindari Serbuk nistatin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, kedap cahaya dan disimpan pada suhu 2 - 8°C. Penyiapan suspensi oral nistatin yang tidak mengandung pengawet, harus segera digunakan sesudah  pencampuran.  Sediaan melalui vagina : simpan dalam refrigerator ; lindungi dari temperatur ekstrim, udara lembab dan cahaya.

10.  AMFOTERISIN B
           

Pada dasawarsa terakhir, di seluruh dunia disinyalir adanya peningkatan luar biasa kasus infeksi oleh jamur. Kasus infeksi seperti infeksi mukosa mulut, bronchia, usus, vagina dan lain-lain oleh Candida albicans. Penyebaran jamur ini mungkin disebabkan oleh sangat meningkatnya pengunaan antibiotik berspektrum luas dimana-mana sehingga merusak keseimbangan biologi flora kuman normal. Secara umum infeksi jamur dibedakan atas infeksi jamur sistemik/dalam tubuh dan infeksi jamur topikal/kulit. Di bawah ini akan dibahas mengenai obat jamur untuk infeksi jamur sistemik. Pada infeksi umum, jamur tersebar di tubuh atau mengakibatkan infeksi dalam organ tubuh, yang kadang-kadang dapat membahayakan jiwa . Amfoterisin B. Obat ini dapat menghambat aktivitas Histoplasma capsulatum, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis, beberapa spesies Candida, Torulopsis glabrata, Rhodotorula, Blastomyces dermatitis, Paracoc braziliensis, beberapa strain Aspergillus, Sporotrichum schenckii, Microsporum audiouini dan spesies Trichophyton.

PERENCANAAN PENGAJARAN BIOLOGI


KONSEP DASAR PERENCANAAN PENGAJARAN BIOLOGI
Nur Sya’ban
Abstrak
Dalam paradigma pendidikan saat ini guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai motivator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar yaitu relasi dan aktualisasi sifat-sifat uluhiah manusia dengan cara aktualisasi potensi-potensi manusia untuk mengimbangi kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Dengan demikian seorang pendidik dituntut untuk bisa memainkan peranan dan fungsinya dalam menjalankan tugas keguruannya secara proporsional.
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan tentang konsep dasar perencanaan pengajaran yang mencakup pengertian, dimensi, dan manfaat dari perencanaan pengajaran serta desain pembelajaran berbasis kompetensi. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kajian pustaka dari berbagai sumber materi. Menurut Smith & Ragan(1993), perencanaan pengajaran adalah proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.
Kata kunci: Perencanaan Pengajaran
                                                                                                                                  
A.  PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang
Salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh seberapa besar kualitas proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Selama ini, sebagian orang beranggapan bahwa faktor utama keberhasilan pendidikan terletak pada sarana dan parasarana pendidikan yang berkualitas. sehingga beberapa diantara mereka lebih memprioritaskan pembangunan aspek fisik pendidikan, seperti pembangunan gedung sekolah yang mewah dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap sebagai langkah pengembangan mutu pendidikan. Asumsi mereka, pendidikan tidak akan berjalan tanpa kesemua hal tersebut.
Kegiatan pembelajaran yang ditunjang dengan kelengkapan sarana dan pra-sarana pembelajaran yang memadai, serta kondisi belajar yang kondusif adalah bukan menjadi satu-satunya faktor yang memicu terciptanya pembelajaran yang bermutu, akan tetapi,  tanpa ditunjang oleh kompetensi guru dan respon positif peserta didik sebagai subjek (pelaku) utama kegiatan pembelajaran, tentunya hal yang pertama tersebut akan menjadi tidak berarti.
Apabila membandingkan peran dari kedua pelaku kegiatan pembelajaran di atas, tentunya guru memegang peran paling utama dalam mengarahkan kemudi sebuah kegiatan pembelajaran. Artinya, bahwa bentuk dan hasil pembelajaran yang akan dilakukan dan dicapai oleh peserta didik tergantung sepenuhnya pada guru, sehingga baik dan buruknya perjalanan sebuah kegiatan pembelajaran, secara garis besar ada di tangan guru.
Mengingat begitu pentingnya peran seorang pendidik dalam menciptakan kondisi belajar yang berkualitas, maka sangat dituntut kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan sebuah desain atau skenario pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan atau membelajarkan  materi kepada peserta didik, akan tetapi sekaligus meransang respon siswa untuk terlibat aktif dalam mengembangkan pola pikir mereka dalam belajar. Sehingga pada akhirnya memunculkan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik akibat dampak dari kebermaknaan yang mereka peroleh dari kegiatan pembelajaran.

2.        Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas pada artikel ini adalah sebagai berikut:
a.       Apa yang dimaksud dengan perencanaan pengajaran?
b.      Sebutkan dimensi-dimensi dalam perencanaan pengajaran!
c.       Apa manfaat dari perencanaan pengajaran?
d.      Bagaimana mendesain pembelajaran berbasis kompetensi?

3.        Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan artikel ini adalah sebagai berikut:
a.       Mengetahui tentang pengertian perencaan pengajaran.
b.      Mengetahui tentang dimensi-dimensi dalam perencanaan pengajaran.
c.       Mengetahui manfaat dari perencanaan pengajaran.
d.      Mengetahui tentang desain pembelajaran berbasis kompetensi.

B.  METODE PENULISAN

Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dari berbagai literatur sebagai sumber materi. Adapun sumber materi berasal dari artikel-artikel dari internet dan buku paket.

C.  PEMBAHASAN

Banyak pendapat para ahli yang mendefenisikan pengertian dari perencanaan pengajaran atau perencanaan pembelajaran. Perencanaan pengajaran terdiri dari kata perencanaan dan pengajaran. Di sini kita akan terlebih dahulu membahas mengenai pengertian dari kata perencanaan. Kemudian makna dari perencanaan pengajaran/pembelajaran, dimensi-dimensi dalam perencanaan pengajaran, manfaat dari perencanaan pengajaran, serta desain pembelajaran berbasis kompetensi.
Menurut Henry Fayol, perencanaan adalah aktivitas memperkirakan keadaan di masa depan. Sedangkan menurut W.B. Casttater, perencanaan adalah cara manusia memproyeksikan keinginannya. Carter McNamara, menyatakan perencanaan adalah sedang menyetel arah untuk sesuatu-- beberapa sistem—dan kemudian bekerja untuk memastikan sistem mengikuti arah itu. Cooper, J.M. berpendapat “All planning has a future orientation, and all planning involves some intention for action to fulfill some purpose” yang memiliki arti bahwa semua perencanaan punya satu orientasi berjangka panjang, dan semua perencanaan melibatkan beberapa niat untuk aksi yang penuh dengan beberapa cara pelaksanaannya.
Herbert Simon (1996) menyatakan bahwa perencanaan adalah sebuah proses pemecahan masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan. Gordon Rowland (1993), berpendapat bahwa perencanan bukan hanya membantu untuk mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu sendiri, jadi sebuah usulan lebih diutamakan dibanding informasi awal. Proses perencanaan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah kembali. See Sabon (1987) juga berpendapat bahwa perencanaan membantu kita melihat masalah dalam pemikiran yang baru, pandangan yang berbeda dari yang lain, dan lebih baik dalam memahami masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana. Sedangkan menurut Cristoper Clark (1995), baginya guru adalah perencana, jadi guru yang profesional, aktif, siap untuk memberikan pembelajaran dan dengan cara penyampaian yang unik adalah guru yang punya perencanaan baik.
Pada dasarnya perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni:
  1. Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan.
  2. Keadaan masa depan dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya.
  3. Untuk menutup kesenjangan itu perlu dilakukan usaha-usaha.
  4. Usaha yang dilakukan dapat beranekaragam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh.
  5. Pemilihan alternatif yang paling baik adalah yang mempunyai efektivitas dan efesiensi.
  6. Alternatif yang dipilih harus diperinci sehingga menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan.
Dari berbagai pendapat para ahli di atas dapat ditarik sebuah pemahaman bahwa pada dasarnya perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan ke mana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang efektif dan efesien.
Definisi Perencanaan pengajaran
Perencanaan adalah menentukan apa yang akan di lakukan mempunyai arah lain, menyusun langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Sedangkan pengajaran dapat di artikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengolahkan pesrta didik untuk memiliki pengalaman belajar.
Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip- prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas. Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Sedangkan menurut Branch (2002), perencanaan pengajaran adalah suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.
Menurut Ritchy (1999), perencanaan pengajaran adalah ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok. Sedangkan Smith & Ragan(1993) berpendapat bahwa perencanaan pengajaran adalah proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi. Sementara Zook (2000) berpendapat bahwa perencanaan pengajaran adalah proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar).
Philip Commbs mengatakan dalam arti yang luas, perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efesien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid dan masyarakatnya. Pendapat Banghart dan Albert Trull, yaitu mereka tidak memberikan batasan perencanaan pengajaran secara eksklusif, melainkan mengatakan bahwa dalam rangka mengerti makna perencanaan pengajaran dapat dilihat dari 3 dimensi, yakni:
  1. Karakteristik perencanaan pengajaran berusaha menggambarkan sifat-sifat aktivitas perencanaan pengajaran.
  2. Dimensi perencanaan pengajaran, berkenaan dengan luas dan cakupan aktivitas perencanaan yang mungkin dalam sistem pendidikan.
  3. Kendala-kendala berkaitan dengan adanya beberapa faktor pembatas atau penghalang.
Adapun kegiatan yang merupakan karakteristik perencanaan pengajaran adalah:
  • Proses rasional
  • Konsep dinamik
  • Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas
  • Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam memanajemennya.
Sedangkan dimensi perencanaan pengajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Pertimbangan terhadap dimensi-dimensi itu memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif yang menalar dan efesien, yakni:
  1. Signifikan
  2. Feasibilitas
  3. Relevansi
  4. Kepastian atau definitiveness
  5. Ketelitian atau Parsimoniusness
  6. Adaptabilitas
  7. Waktu
  8. Monitoring atau pemantauan
  9.  Isi perencanaan
Perencanaan pengajaran yang baik perlu memuat:
  1. Tujuan yang diinginkan sebagai hasil proses pendidikan
  2. Program dan layanan atau bagaimana cara mengorganisasi aktivitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
  3. Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi, maupun kepuasan mereka
  4. Bangunan fisik mencakup tentang cara-cara penggunaan, pola distribusi dan kaitannya dengan baguanan fisik lainnya
  5. Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan
  6. Struktur organisasi
  7. Konteks sosial atau elemen-elemen lainnya yang dipertimbangkan dalam perencanaan pengajaran.
Perencanaan pengajaran menekankan kepada proses penyusunan pedoman pembelajaran dalam rangka menerjemahkan kurikulum yang berlaku ke dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Perencanaan pengajaran disusun untuk kebutuhan guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Manfaat Perencanaan Pengajaran
Adapun beberapa manfaat perencanaan pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:
1. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan
2. Sebagai pola dasar dalam mengulas tugas
3. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur
4. Sebagai alat ukur efektif dukungan suatu pekerjaan
5. Untuk bahan penyusun data agar terjadi kesinambungan
6. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat dan biaya
Desain Pembelajaran
Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya.
Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses, merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran.
Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.
Desain pembelajaran dirumuskan secara beragam dengan menerapkan berbagai keilmuan dan pendekatan. Kemp, Marrison dan Ross menyebutkan empat komponen pokok (tujuan pembelajaran, siswa, metode, dan evaluasi) serta analisis topik menjadi landasan pemikiran desain pembelajaran. Konsep sistem hingga sekarang masih menjadi salah satu landasan ilmiah yang dipilih para ahli dalam menentukan model desain pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan rumus baru pendekatan sistem yaitu ADDIE ( analysis, desain, development evaluation).

D.  PENDAPAT PENULIS TENTANG MASALAH YANG DIBAHAS

Membuat perencanaan pengajaran sangat berguna bagi seorang guru. Melalui kegiatan ini, guru dapat menentukan pendekatan, metode, model dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan proses belajar mengajar menjadi terstruktur hingga tujuan dari pembelajaran dapat diperoleh dengan maksimal.



E.  PENUTUP
Kesimpulan
Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip- prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas. Dimensi perencanaan pengajaran yakni berkaitan dengan cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam perencanaan pengajaran. Banyak manfaat dari perencanaan pengajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya.

Saran
Sebagai seorang pendidik haruslah terus menyiapkan rencana pengajaran agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Konsep Perencanaan Pengajaran (Online) http://sobatbaru.blogspot.com diakses pada tanggal 28 Februari 2011
Bim Hyun Joong.2009. Perencanaan Pengajaran Biologi (Online) http://bhimashraf.blogspot.com diakses pada tanggal 28 Februari 2011
Irfan Pasaribu. 2009. Perencanaan Pengajaran Biologi (Online) http://bhimashraf.blogspot.com diakses pada tanggal 28 Februari 2011
Syaiful Imran.2009. Manfaat Perencanaan Pengajaran (Online) http://ipankreview.wordpress.com diakses pada tanggal 28 Februari 2011
Wardani, I.G.A.K. 2003. Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Jakarta: Universitas Terbuka.